SISTEM SEPERTI APA LAGI YANG DIHARAPKAN???

Menurut definisi barat, negara adalah organisasi tertinggi diantara satu kelompok masyarakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu, hidup di dalam daerah tertentu dan mempunyai pemerintah yang berdaulat. Dalam nidzham Islam1 dijelaskan bahwa sistem pemerintahan ditegakkan atas empat fondamen, yaitu:

a)      Kedaulatan adalah milik syara’, bukan milik rakyat ataupun pemerintah.

b)      Kekuasaan berada di tangan umat.

c)      Pengangkatan seorang pemimpin (Khalifah) adalah fardhu atas setiap kaum muslim

Negara Indonesia adalah negara dimana penduduknya terdiri dari berbagai macam ras, suku, dan agama yang membuat Indonesia memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan negara lain. Indonesia yang saat ini menganut ideologi Pancasila yang setelah dikaji ternyata tidak memiliki standar yang jelas dan undang-undangnya yang dapat ditawar bahkan dibeli, sehingga membuat kita membutuhkan sebuah sistem yang lebih baik.

Lantas sistem seperti apa yang diharapkan mampu mengatasi semua persoalan secara menyeluruh bukan parsial?

Sudah terlalu banyak masalah yang terjadi di Indonesia yang sampai saat ini belum terselesaikan dan mungkin tidak akan pernah selesai jika masih mempertahankan sistem ini, karena sistem tersebut telah gagal dalam memahami akar dari segala masalah yang terjadi, sehingga solusi yang ditawarkan selalu solusi permukaan yang tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah. Jika diibaratkan dengan sebuah pohon yang diserang suatu penyakit melalui akarnya, namun usaha yang dilakukan hanya memotong ranting bagian atasnya saja, maka pohon tersebut akan tetap sakit bahkan terancam mati karena sumber penyakitnya terletak di akarnya. Oleh karena itu kita membutuhkan sebuah sistem yang mampu menyelesaikan segala masalah sampai akarnya dimana sistem tersebut mampu mengeluarkan aturan untuk mengatasi seluruh problem yang ada dan konsisten, yakni khilafah.

 

 

Mengapa harus khilafah?

Karena khilafah adalah satu-satunya sistem yang menerapkan syariat Islam dalam penegakkan hukum-hukum tanpa ada diskriminasi sedikitpun di dalamnya. Dalam islam, kedaulatan bukanlah milik negara, akan tetapi miliksyara’, maka kerakyatan adalah hak setiap individu bukan berdasrkan pemberian negara. Siapa saja yang ridha dengan syariat Islam dan tunduk kepadanya dan tinggal dalam negara tersebut baik warga asli maupun warga asing, muslim ataupun non-muslim, semuanya berhak mendapatkan haknya sebagai rakyat tanpa dibeda-bedakan, sedangkan masalah keyakinan akan agama itu tergantung kepada agama yang diyakininya masing-masing sehingga tidak ada paksaan untuk menganut agama Islam karena dalam Islam tidak ada paksaan sebagaimana firman Allah dalam surah al-Baqarah: 256 yang artinya “ Tidak ada paksaan dalam menganut agama islam, sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat.”

Juga dijelaskan dalam nidzam Islam1 bahwa negara memberlakukan syariah Islam atas seluruh rakyat yang berkewarganegaraan (Khilafah) Islam, baik muslim maupun non-muslim dalam bentuk-bentuk berikut ini:

  1. Negara memberlakukan seluruh hukum Islam atas kaum muslim tanpa kecuali.
  2. Orang-orang non-muslim dibiarkan memeluk akidah dan menjalankan ibadahnya di bawah perlindungan peraturan umum.
  3. Orang-orang yang murtad dari Islam dijatuhkan hukuman murtad jika mereka sendiri yang melakukan kemurtadan. Jika kedudukannya sebagai anak-anak orang murtad atau dilahirkan sebagai non-muslim, maka mereka diperlakukan sebagai non-muslim, sesuai dengan kondisi mereka selaku orang-orang musyrik atau ahli kitab.
  4. Terhadap orang-orang non-muslim, dalam hal makanan, minuman, dan pakaian, diperlakukan sesuai dengan agama mereka, sebatas apa yang diperbolehkan hukum-hukum syara.
  5. Negara memberlakukan hukum-hukum syara selain-selain perkara-perkara di atas seluruh rakyat muslim maupun non-muslim, baik menyangkut hukum muamalat, uqubat (sanksi), bayyinat (pembuktian), sistem pemerintahan, ekonomi dan sebagainya. Negara memberlakukan juga terhadap mu’ahidin (orang-orang yang negaranya terikat perjanjian), musta’minin (orang-orang yang mendapat jaminan keamanan untuk masuk ke negeri Islam), dan terhadap siapa saja yang berada di kekuasaan Islam, kecuali bagi para duta besar, konsul, utusan negara asing dan sejenisnya. Mereka memiliki kekebalan diplomatik.

Sesuatu yang wajar jika dijumpai individu-individu yang tidak mentaati peraturan sehingga dalam Islam juga dijumpai orang-orang fasik, orang-orang yang berbuat keji, kafir, munafik, orang-orang murtad bahkan atheis. Akan tetapi patokan sebuah masyarakat adalah masyarakat secara keseluruhan yang memiliki pemikiran, perasaan, peraturan, dan komunitas masyarakat.

Rasulullah saw telah membawakan kabar gembira dengan bersabda: “Kemudian akan ada khilafah yang berjalan di atas manhaj kenabian” (HR Ahmad dan at-Thayalisi). Rasulullah saw juga bersabda: “Sungguh kalian akan memerangi Yahudi dan sungguh kalian akan membunuh mereka” (HR Muslim), dan Allah SWT berfirman: “Pada hari itu, orang-orang yang beriman bergembira karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Penyayang” (QS. Ar-Rum: 4-5).

Demikianlah Islam mengatur kehidupan semua rakyatnya di bawah naungan khilafah. Negara Islam tidak membeda-bedakan individu rakyat dalam aspek hukum, peradilan, maupun dalam jaminan kebutuhan rakyat dan semisalnya. Seluruh rakyat diperlakukan sama tanpa memperhatikan ras, agama, warna kulit dan lain-lainya seperti yang terjadi di sistem demokrasi ini. Maka,  “Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)” (QS. Al-Maidah : 50).

 


1.Taqiyuddin an-Nabhani. Peraturan Hidup dalam Islam. (Jakarta: HTI –Press, 2001). Hlm 140-141.



Ketika Tawuran dianggap sebagai Tradisi

Tawuran pelajar yang sering terjadi di tengah-tengah kehidupan para pelajar memang sudah menjadi sebuah pandangan yang umum. Alasan terjadinya tawuran yang dilontarkan tidak jauh karena ingin membalas dendam karena tidak terima teman satu sekolahnya dipukuli oleh siswa sekolah lain dan alasan konyol  lainnya adalah karena tidak terima dengan ejekan yang dilontarkan oleh siswa sekolah lain. Hal ini bukan hanya terjadi di kalangan siswa SMA saja bahkan sudah mulai menular ke siswa tingkat SD. Terlebih dalam tawuran tersebut sampai ada korban jiwa.

Ketika saya menanyakan pendapat teman saya tentang tawuran pelajar, seseorang berkata “tawuran adalah sebuah tradisi yang tidak akan pernah bisa dihapuskan dari peradaban, siswa yang tidak ikut dalam tawuran maka statusnya sebagai laki-laki sangat diragukan”, naudzubillah. Opini tersebut benar-benar memilkukan hati, saya benar-benar sedih membaca ungkapan tersebut karena percakapan kami berlangsung via fb. Memang kurang tepat jika kita hanya menyalahkan para siswa yang terlibat tawuran tersebut, karena mereka hanyalah korban. Cara berpikir mereka telah diracuni oleh pemikiran sistem lain yang jelas-jelas hanya merusak potensi yang dimiliki pemuda. Imam Khomeini qs mengatakan: “Kami juga menghadapi pemuda yang keluar jalur, mereka diarahkan ke pusat-pusat pendidikan dan pelatihan untuk dapat mencegah penyelewengan anak-anak kita (semoga Allah menjauhkan) tunduk dengan budaya barat dan timur. Karena banyak masyarakat yang dalam semua aspeknya tunduk kepada budaya timur atau barat. Akan sirnalah semua usaha kita, tujuan umat, darah pemuda kita dan juga menjadikan duka di sepanjang masa.”

Menurut definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia:

pemuda

pe.mu.da
[n] orang yg masih muda; orang muda: — harapan bangsa

[n] orang muda laki-laki; remaja; teruna: para — ini akan menjadi pemimpin bangsa

 

Jika dilihat dari definisinya maka pemuda adalah sosok yang diharapkan mampu menjadi pemimpin bangsa. Namun kedangkalan berpikirnya membuat harapan itu mulai terkikis. Islam sangat memperhatikan sosok pemuda karena pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam tatanan kehidupan manusia secara umum dan masyarakat kaum muslimin secara khusus, karena jika mereka adalah para pemuda yang baik dan terdidik dengan adab-adab Islam maka merekalah yang akan menyebarkan dan mendakwahkan kebaikan Islam serta menjadi nakhoda ummat ini yang akan mengantarkan mereka kepada kebaikan dunia dan akhirat. Hal ini dikarenakan Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah memberikan kepada mereka kekuatan badan dan kecemerlangan pemikiran untuk dapat melaksanakan semua hal tersebut. Berbeda halnya dengan orang yang sudah tua umurnya walaupun para orang tua ini melampaui mereka dari sisi kedewasaan dan pengalaman, hanya saja faktor kelemahan jasad -kebanyakannya- membuat mereka tidak mampu untuk mengerjakan apa yang bisa dikerjakan oleh para pemuda. Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda dalam hadits Abdullah bin Mas’ud -radhiallahu ‘anhu-, “Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada Hari Kiamat dari sisi Rabbnya sampai dia ditanya tentang 5 (perkara) : Tentang umurnya dimana dia habiskan, tentang masa mudanya dimana dia usangkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan kemana dia keluarkan dan tentang apa yang telah dia amalkan dari ilmunya(HR.At-Tirmizi). Hadits di atas jelas menunjukkan bahwa masa muda merupakah salah satu nikmat terbesar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Dan itu sekaligus menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan usia muda dan para pemuda.

Mengingat kembali sosok al-Fatih 1453 yang merupakan sosok pemuda yang tampan, gagah, cerdas dan begitu bersemangat untuk menaklukkan Konstantinopel dengan usianya yang sangat muda. Beliau merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 7 bahasa yaitu Bahasa Arab, Latin, Yunani, Serbia, Turki, Persia dan Israil. Beliau tidak pernah meninggalkan Shalat fardhu, Shalat Sunat Rawatib dan Shalat Tahajjud sejak baligh. Beliau wafat pada 3 Mei 1481 kerana sakit gout sewaktu dalam perjalanan jihad menuju pusat Imperium Romawi Barat di Roma, Italia. Dari sudut pandang Islam, ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu” setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di‘Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol). Sosok pemuda sepertinyalah yang begitu sangat diharapkan dan dinanti-nanti di zaman sekarang.

Menurut Undang-Undang Nomor 40/2009 tentang kepemudaan membatasi usia pengurus aktif dalam organisasi kepemudaan mulai 16 hingga 30 tahun.Berdasarkan hasil Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) 2010 jumlah penduduk Indonesia yang berusia 16-30 tahun berjumlah 62 juta.Oleh karena itu dengan redefinisi usia pemuda ini diharapkan peran aktif pemuda semakin optimal dalam estafet proses kepemimpinan bangsa disegala bidang. Apakah kita masih tergolong sebagai pemuda?

Oleh karena intelektual merupakan kepentingan mendasar yang harus dimiliki pemuda, yakniintelek di semua bidang. Kemudian intelek yang berhubungan dengan masyarakat Islami itu sendiri. Imam Khomeini qs berkata: “Usaha merupakan aktifitas pada masa muda sebelum sampai masa lesu dan lemah di hari tua, sehingga pemuda haruslah bangkit dengan menggunakan semua fasilitas/sarana yang mungkin; dengan syair, tulisan, dakwah yang konsisten dengan menyeru agam Allah atau apapun yang dapat meningkatkan kesadaran intelektual masyarakat demi menegakkan syariah di tengah-tengah kehidupan umat dan jangan pernah lalai dengan kewajiban ini wahai pemuda intelek harapan umat.”

Seorang pemuda Islam harus memiliki akidah yang kuat agar ia tidak mudah tergoyahkan oleh segala sesuatu yang bersifat kenikmatan semu. Ia tidak akan diam untuk menyimpan kesalahan yang sudah jelas ia ketahui kesalahanya. Lalu, pemuda Islam haruslah memiliki rasa keberanian dalam menyatakan kebenaran. Ia tidak hanya diam ketika melihat sebuah kemaksiatan yang terjadi didepan matanya. Selanjutnya, ia haruslah memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (curiosity) untuk mencari dan menemukan kebenaran atas dasar ilmu pengetahuan dan keyakinan. Artinya, tidak pernah berhenti dari belajar dan menuntut ilmu pengetahuan (QS al-Baqarah [2]: 260). Pemuda Islam juga tak mengenal kata menyerah dalam menuntut ilmu yang bisa dijadikan landasan berpikirnya dalam menyelesaikan suatu problematika hidup, baik masalah pribadi maupun masalah umat.yang tidak kalah pentingnya yaitu pemuda juga harus selalu berusaha untuk menjaga akhlak dan kepribadian sehingga tidak terjerumus pada perbuatan asusila. Hal ini seperti kisah Nabi Yusuf dalam surah Yusuf [12] ayat 22-24. Dan terkahir memiliki etos kerja dan etos usaha yang tinggi serta tidak pernah menyerah pada rintangan dan hambatan. Hal itu dicontohkah oleh seorang pemuda yaitu nabi Muhammad saw yang menjadikan tantangan sebagai peluang hingga beliau menjadi pemuda yang  bergelar al-amin (dipercaya) oleh masyarakat.



mindmap1

 



krisis pangan

Ketahanan pangan merupakan salah satu faktor penentu dalam stabilitas nasional suatu negara, baik di bidang ekonomi, keamanan, politik dan sosial. Oleh sebab itu, ketahanan pangan merupakan program utama dalam pembangunan pertanian saat ini dan masa mendatang.

Ketahanan pangan sendiri menurut literatur memiliki 5 unsur yang harus dipenuhi:

1. Berorientasi pada rumah tangga dan individu,

2. Dimensi waktu setiap saat pangan tersedia dan dapat diakses,

3. Menekankan pada akses pangan rumah tangga dan individu, baik fisik, ekonomi dan sosial,

4. Berorientasi pada pemenuhan gizi,

5. Ditujukan untuk hidup sehat dan produktif.

Jika dilihat dari perspektif sejarah istilah ketahanan pangan (food security) dalam kebijakan pangan dunia pertama kali digunakan tahun 1971 oleh PBB untuk membebaskan dunia terutama negara-negara berkembang dari krisis produksi dan suply maknan pokok. Jadi dapat dikatakan bahwa munculnya ketahanan pangan karena terjadi krisis pangan dan kelaparan.

Fokus ketahanan pada masa itu menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan pokok dan membebaskan daerah dari krisis pangan yang nampak pada definisi ketahanan pangan oleh PBB sebagai berikut: “food security is availability to avoid acute food shortage in the even of wide spread coop vailure or other disaster” (syarif, Hidayat, Hardinsyah dan Sumali, 1999)

Selanjutnya definisi tersebut disempurnakan pada International Conference of Nutrition 1992 yang disepakati oleh pimpinan negara anggota PBB sebagai berikut: Ketahanan pangan adalah tersedianya pangan yang memenuhi kebutuhan setiap orang baik dalam jumlah dan mutu pada setip saat untuk hidup sehat, aktif dan produktif. Di Indonesia, secara formal dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional, istilah kebijakan dan program ketahanan pangan di adop sejak 1992 (Repelita VI) yang definisi formalnya dicantumkan dalam Undang-undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan, pasal 1 angka 17 menyatakan bahwa “Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau”. Pengembangan ketahanan pangan mempunyai perspektif pembangunan yang sangat mendasar karena (Maleha dan Susanto):

  1. akses terhadap pangan dengan gizi seimbang merupakan hak yang

paling azasi bagi manusia

2. keberhasilan dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia

sangat ditentukan oleh keberhasilan pemenuhan kecukupan konsumsi

pangan dan gizi.

3. ketahanan pangan merupakan basis atau pilar utama dalam

mewujudkan ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional yang

berkelanjutan

 

Kondisi negara Indonesia dari dahulu hingga saat inin dihadapkan pada harga pangan dunia cukup tinggi menyebabkan Indonesia rawan dilanda krisis pangan. Walaupun kondisi krisis pangan ini merupakan fenomena global yang disebabkan oleh perubahan iklim dan perebutan antara pangan dan energi, akan tetapi kejadian gizi buruk yang menimpa beberapa masyarakat, sama halnya kejadian yang bisa dikategorikan sebagai peristiwa yang ‘memalukan’. Betapa tidak, dengan kekayaan alam demikian besar, tetapi mengapa masih saja ada yang kekurangan pangan? Penurunan ketahanan pangan ini juga diakibatkan oleh menurunnya kemampuan pemenuhan kebutuhan beras dalam negeri karena berbagai alasan seperti masalah penciutan lahan, terjadi levelling off dari peningkatan produktivitas padi dan berbagai masalah lain. Sementara harga sembako melonjak tinggi karena pengadaan bahan pangan lebih mementingkan impor dari luar negeri dari pada menggunakan produk dalam negeri. Dan fakta yang paling menyedihkan adalah dimana kekayaan alam negeri kita dikuasai oleh bangsa barat yang tiada hentinya menguras kekayaan alam kita, akan tetapi pemerintah seakan membuka pintu lebar-lebar kepada asing dengan menyetujui berbagai kerjasama yang pada dasarnya hanyalah mendatangkan kesengsaraan semata. Oleh karena setiap masalah pasti ada solusinya, bahkan tidak hanya ada satu solusi. Solusi ada karena perubahan yang dilakukan. Sementara perubahan dicetuskan oleh sedikit orang, dari banyak orang yang terpilih. Sasaran yang tepat untuk membawa perubahan ini adalah para mahasiswa. Mengapa mahasiswa? Melihat deretan krisis yang melanda bangsa Indonesia merata di setiap sektornya, tidak hanya diperlukan kemauan untuk mengatasinya, tetapi tersedia kemampuan sesuai krisis dan permasalahan di masing-masing sector. Perguruan tinggi sebagai strata tertinggi tingkat pendidikan formal di Indonesia, secara khususnya membawahi dan menjadi sarana mendalami disiplin ilmu yang dapat dijadikan pegangan dalam menyelesaikan setiap bidang dari permasalahan dan krisis yang ada. Sifat tanggap terhadap keadaan merupakan sifat yang harus ditonjolkan oleh setiap mahasiswa. permasalahan yang timbul, ada kalanya kecil maupun besar, ada kalanya pula timbul disengaja maupun tidak disengaja. Untuk memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi dan memberikan solusi bagi perbaikan Indonesia di segala bidang, sebagai motor penggerak perubahan, mahasiswa harus paham dan mengetahui segala latar belakang yang mendasari permasalahan-permasalahan tersebut Sebagai contoh, untuk permasalahan-permasalahan yang akhir-akhir ini timbul, seperti masalah budaya, krisis pangan, bencana hingga pada masalah hukum nasional. Pengenalan budaya bangsa haruslah ditananamkan secara erat dalam benak mahasiswa-mahasiswa Indonesia. Karena dalam kondisi sekarang ini, Indonesia juga berada pada zona dan masa-masa krisis jati diri untuk pembangunan dan pengembangan kebangsaan kedepannya. Meninjau dari peran fungsi mahasiswa, ada empat poin penting yang selayaknya menjadi pembangkit semangat nasionalisme para pemuda dalam mengatasi dan mencari solusi permasalahan bangsa, antara lain peran sebagai iron stock, agent of change, moral force, dan social control. Peran mahasiswa sebagai iron stock tak lain adalah sebagai pemimpin di masa mendatang.

Dalam kaidah fikih dikatakan “Tasharruf al-imam ‘ala al-raiyah manutun bi al-maslahah,” tugas seorang pemimpin terhadap rakyatnya adalah memberikan kemaslahatan. Fikih pangan melihat bahwa kebutuhan masing-masing individu dalam soal pangan menjadi sangat vital dan bukan sekadar sebagai suatu komunitas yang hidup dalam sebuah negara. Dengan kata lain, bukan sekadar meningkatkan taraf hidup secara kolektif yang diukur dari rata-rata kesejahteraan seluruh anggota masyarakat. Aspek distribusi menjadi sangatlah penting agar terjamin secara pasti bahwa setiap individu telah terpenuhi kebutuhan hidupnya.

Berkait pemenuhan kebutuhan pangan rakyat, Islam mewajibkan Negara menjalankan kebijakan makro dengan menjalankan apa yang sekarang disebut dengan politik ekonomi. Politik ekonomi merupakan tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan berbagai kebijakan untuk mengatur dan menyelesaikan berbagai permasalahan hidup manusia dalam bidang ekonomi.

Sedangkan kebijakan pembangunan ketahanan pangan yang akan dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan mengacu pada arah kebijakan pembangunan pertanian Kementerian Pertanian tahun 2010-2014 tersebut yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 15/Permentan/Rc.110/1/2010

Tahun 2011 merupakan tahun kedua pelaksanaan program dan kegiatan ketahanan pangan tahap II sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Badan Ketahanan Pangan Tahun 2010-2014. Arah pembangunan ketahanan pangan juga mengacu pada hasil KTT Pangan 2009, yang antara lain menyepakati untuk menjamin pelaksanaan langkah-langkah yang mendesak pada tingkat nasional, regional dan global untuk merealisasikan secara penuh komitmen Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2000 dan Deklarasi World Food Summit (WFS) 1996, untuk mengurangi penduduk dunia yang menderita lapar dan malnutrisi hingga setengahnya pada tahun 2015.

Menurut guru besar IPB , dari perkataan Nabi Yusuf, ada sekurangnya tiga solusi mengatasi krisis pangan.

Pertama, hendaknya bercocok tanam dengan bersungguh-sungguh, yakni dalam perspektif jangka panjang perlu dipikirkan benih, pupuk, teknologi, tantangan alam, dan sebagainya.

Kedua, dibiarkan pada tangkainya, mangandung maksud perlunya melakukan upaya penyimpanan dan pengawetan makanan, sebagai perspektif jangka menengah.

Ketiga, pengendalian konsumsi dengan makan secukupnya atau mengatur pola makanan, dalam perspektif jangka pendek.

“Dari sini lah saya mengakui Nabi Yusuf adalah ‘The Best Economist Ever’. Kalau kita percaya firman Allah SWT, seharusnya ini kita jadikan sebagai rujukan utama,” katanya.

Menurut dia, pelajaran berharga yang dapat diambil teladan dari Nabi Yusuf yakni memenuhi kebutuhan secukupnya, dan bukan keinginannya. “Tidak ada ajaran agama untuk mengandalkan pembangunan ekonomi pada hutang dan tidak ada ajaran untuk mengatasi kelangkaan dengan impor, tetapi dengan manajemen stok,” katanya menegaskan.

Dari berbagai informasi dan fakta yang terjadi dapat disimpulkan bahwa levelling off dari peningkatan produktivitas padi dan berbagai masalah lain. Sementara harga sembako melonjak tinggi karena pengadaan bahan pangan lebih mementingkan impor dari luar negeri dari pada menggunakan produk dalam negeri, serta kelalain pemerintah dengan mebuka pintu lebar-lebar kepada pengusaha asing dengan mengadakan kerjasama yang sesungguhnya hanya memperkeruh keadaan. Untuk kondisi pangan seperti ini  tidak dapat diatasi secara individu namum dibutuhkan sosok pemimpin yang menerapkan hukum islam yang mengatur tentang pemenuhan pangan karena Islam mewajibkan Negara menjalankan kebijakan makro dengan menjalankan apa yang sekarang disebut dengan politik ekonomi. Politik ekonomi merupakan tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan berbagai kebijakan untuk mengatur dan menyelesaikan berbagai permasalahan hidup manusia dalam bidang ekonomi dan politik tersebut dijalankan secara keseluruhan.



mahasiswa

Mahasiswa, satu kata yang penuh makna. Mahasiswa itu bisa berarti segolongan orang yang telah lulus SMA dan melanjutkan pendidikannya di sebuah universitas. Mahasisawa juga bisa didefinisikan sebagai sekelompok intelektual yang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata masyarakat pada umumnya. Tapi yang paling luas maknanya adalah ketika mahasiswa dikatakan sebagai “Agent of Change” tapi sayangnya sebutan itu kini hanya sebagai hiasan saja. Mayoritas mahasiswa sekarang hanya sibuk dengan dunianya sendiri, mereka sibuk dengan kuliahnya, responsinya, praktikumnya dan tugas yang lainnya. Mahasiswa mulai kehilangan jati dirinya, lupa akan amanahnya, lupa akan perannya sebagai “Agent of Change”. Mereka mengupayakan IPK tinggi demi mendapat pekerjaan yang layak. Mereka terpaksa melupakan perannya karena permintaan pasar menuntut mereka lulus dengan IPK yang tinggi. Di waktu luangnya, mereka gunakan untuk tidur-tiduran di kost, pergi ke bioskop, karaokean bareng teman-teman, shoping, atau lunch or dinner bareng di luar bareng teman. Kepenatan perkuliahan yang penuh membuat hari sabtu-minggu adalah harinya libur dari berbagai pemikiran, termasuk memikirkan masalah umat. Ketika tawaran Liqo’ datang, mereka menjawab, maaf agenda saya padat, tidak ada waktu untuk itu lagi pula kami sudah belajar agama dari kecil, so sudah cukuplah pengetahuan agama yang kami miliki. Bukankah menuntut ilmu itu dari buaian sampai liang lahat??? Lantas, jika memang benar sudah cukup, seharusnya mereka paham dengan kewajiban mereka akan dakwah???

Jahatnya sistem kapitalis telah membuat mereka lupa akan kewajibanya. Targetan mereka tidak jauh dari materi, materi, dan materi. Kapitalis telah mematahkan potensi mereka, telah membenamkan jiwa kepedulian mereka, dan yang paling parah telah mengikis akidah mereka secara perlahan. Mereka dibuat buta akan indahnya dunia, buta akan dunia yang sesungguhnya, bukan hanya buta mata tapi juga buta hati. Berbagai cara mereka tempuh demi bisa menggenggam dunia di tangan mereka dan yang mereka rasakan hanyalah rasa kurang, kurang, dan kurang karena kehidupan dunia itu semu dan tidak akan ada batas kepuasannya. Mereka hanya akan merasa lelah dan semakin sengsara karena kapitalis membuat mereka sulit untuk memperoleh apa yang mereka inginkan karena kekuasaan di sistem ini dipegang oleh orang-orang barat. Jika mereka meinginkan perubahan lebih tepatnya lagi kebangkitan, maka hanya Islamlah jawabannya. Yaitu khilafah yang mampu memberikan kesejateraan kepada seluruh umat, rasa aman, rasa damai, dan rasa persaudaraan yang kuat karena adanya ikatan aqidah yang shohih, bukan karena kemaslahatan semata.



capitalism effect

Hidup menurut ilmu biologi adalah ketika seorang atau seekor organisme dapat bernafas dan bergerak. Tetapi arti kata “HIDUP” yang sesungguhnya adalah ketika kita sebagai manusia selain bernafas juga mampu mengindera, merasakan, peka dan berpikir atas apa yang telah kita indera. Lalu tujuan dari hidup itu ap?? Sebagian besar mengatakan bahwa tujuan hidup adalah untuk memperoleh kebahagiaan. Pertanyaan selanjutnya, kebahagiaan seperti apa yang dimaksud??? Mereka menjawab, kebahagiaan itu adalah ketika kami mencapai apa yang kami impikan. Pertanyaan berikutnya, impian seperti apa yang kalian perjuangkan??? Merekapun menjawab, impian sebagaimana yang orang lain juga impikan. Seperti memiliki rumah mewah, jabatan penting, uang berlimpah, popularitas, dihargai orang banyak, dan lain-lain. Peranyaan berikutnya, bagaimana caranya menggapai itu semua??? Bukankah ALLAH memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan??? Mereka menjawab, tidak begitu, bukankah ALLAH Maha Pemurah dan Maha Pemberi rizki?? Tentu saja Allah juga memenuhi apa yang kita inginkan selama jalan yang ditempuh halal. Pertanyaan berikutnya, setelah kita berhasil memperoleh itu semua, apa yang kalian lakukan??? Mereka menjawab, tentu saja menikmatinya karena kita telah bersusah payah untuk memperolehnya. Ya,, sebagaimana bagian dari sebuah pantun bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Pertanyaan berikutnya, bagaiman dengan saudara-saudara di sekitar kita yang untuk makan saja susah?? Mereka menjawab, ya itu urusan mereka, kenapa pula mereka tidak berusaha keras sebagaimana saya berusaha sekuat mungkin sampai akhirnya bisa sukses seperti ini. Bukankah ALLAH berfirman dalam surah ar-ra’du ayat 11 yang artinya sesungguhnya ALLAH tidaka akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga kaum itu yang mengubah keadaanya sendiri??? Itu sama saja artinya kita diperintahkan untuk berusaha bukan??? Penanyapun menjawab, iya anda tidak salah akan tetapi bukankah kita juga memiliki tanggungjawab kepada sesama manusia??? Bukankah sesama umat harus saling tolong-menolong dalam kebajikan dan taqwa??? Mengapa anda hanya memikirkan diri anda sendiri?? Seandainya keadaan berbalik, anda di posisi gelandangan sedangkan gelandangan di posisi anda, akankah anda akan tetap berkata seperti yang anda ucapkan tadi???

 

 

 

Rangkain tulisan tersebut adalah dua sisi pribadi saya antara sebelum dengan sesudah mengkaji Islam lebih dalam.

Pertanyaan terbesar saya saat ini adalah “akankah kawan-kawan yang lain yang mungkin pernah sepemikiran sama dengan saya dahulu akan tetap mempertahankan pemikiran tersebut atau akan berhijrah ke pemikiran yang Islami??” Sesungguhnya pemikiran tersebut akibat virus dari sistem kapitalisme-sekuler yang telah merusak pemikiran-pemikiran umat. Tapi saya yakin KHILAFAH tidak lama lagi akan tegak dan umat tidak akan lagi berpikir ala kapitalis akan tetapi berpikir secara ideologis yakni ISLAM.



praktikum penkom kedua

Praktikum minggu lalu membahas mengenai perangkat keras pada komputer. Dimana di dalamnya dibahas mengenai pengaturan-pengaturan perangkat keras seperti keyboard, sound, mouse, printer, dan lain-lain. Pengaturan tersebut melalui control panel, dengan cara mengklik start-control panel atau start-run dan ketik “control panel” yang disediakan. Sedangkan untuk melihat memori yang sudah terpakai dengan mengklik kanan pada start-explore-my computer-properties atau klik start- klik kanan pada properties.

sekian resume praktikum kedua mata kuliah pengenalan komputer, semoga bermanfaat :)



pelatihan 2011

testing post edit



Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!